Eksportir Jateng Butuh Penerbangan Langsung Semarang-Tiongkok

Ilustrasi pesawat terbang di bandara. (Bisnis/Rinaldi M Azka)
22 Agustus 2019 16:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Beberapa eksportir Jawa Tengah mengeluhkan tidak adanya penerbangan langsung dari Semarang ke Tiongkok. Hal tersebut menambah tingginya biaya transportasi karena selama ini mereka terpaksa mengirim barang mereka ke Jakarta terlebih dahulu sehingga tidak efisien.

Joko misalnya, eksportir sarang walet dari Salatiga. Setiap bulan mengekspor sarang walet ke China hingga 500 kg. Kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Joko mengatakan selama ini dia lebih sering memanfaatkan jalur penerbangan untuk mengirim barang. 

"Tapi harus lewat Jakarta karena Semarang tidak ada penerbangan langsung ke Tiongkok. Inikan tidak efisien dan boros," kata Joko, Rabu (21/8/2019).

Joko menjelaskan dalam sebulan dia melakukan dua kali pengiriman, bahkan lebih. Rata-rata setiap bulan, dia bisa mengirim sampai 500 kg. "Kawan-kawan juga banyak yang mengeluhkan hal itu, Pak" katanya. 

Bukan hanya Joko yang ekspor ke Tiongkok. Beberapa produk pertanian Jawa Tengah banyak yang dikirim ke negeri tirai bambu itu, seperti kapulaga, karet lembaran, cabai hijau, dan komoditas lainnya. 

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan jika memang banyak komoditas yang dikirim ke Tiongkok, dirinya akan menghubungi langsung pihak maskapai.  "Nanti saya hubungi beberapa maskapai kalau memang jumlahnya besar. Dan itu jadi PR kita bersama," katanya. 

Namun, Ganjar berharap Joko dapat membantu pendataan eksportir dan komoditas apa saja yang telah ekspor ke sana. Selain itu Ganjar juga meminta total produk yang diekspor beserta total nilainya. 

"Kalau punya signifikansi saya usulkan agar ada penerbangan ke sana. Beri kami dukungan agar yang diangkut banyak. Tolong itu kumpulkan," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis