Pemprov Jateng Rancang Amphitheater hingga River Walk di Borobudur

Ratusan payung warna/warni menghiasi jalan menuju Candi Borobudur kawasan Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Pemasangan payung tersebut untuk memperindah pemandangan Candi Borobudur sekaligus untuk memberikan rasa teduh kepada wisatawan. (Antara/Anis Efizudin)
25 Agustus 2019 20:50 WIB Hafiyyan Semarang Share :

Semarangpos.com, MUNGKID — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memiliki sejumlah rencana besar terkait pengembangan kawasan di sekitar Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jateng. Amphitheater hingga River Walk dirancang melengkapi kawasan cagar budaya tersebut.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah Sinung Nugroho Rachmadi menuturkan, Pemrov mengarahkan pengembangan destinasi-destinasi wisata alternatif di sekitar Candi Borobudur. Hal tersebut juga bertujuan mengurangi beban candi sebagai warisan dunia. “Ada beberapa usulan rencana besar, untuk mengurangi beban Candi Borobudur itu sendiri, yakni dengan pengembangan kawasan di sekitarnya,” ujarnya di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin (19/8/2019) malam.

Pertama, pengembangan konsep riverwalk di sepanjang Sungai Progo seluas 38 hektare, yang berjarak 4,6 km dari Candi Borobudur. Area sepadan sungai dapat dimanfaatkan untuk atraksi wisata. Pengembangan itu juga seiring dan sejalan dengan pembentukan desa wisata yang ada di sekitar Borobudur. Ada sekitar 6 desa wisata yang berpotensi untuk dikembangkan.

Kedua, membuat konsep Borobudur walk, yaitu jalur pedestrian bagi pejalan kaki sepanjang 500 meter. Jalan itu menghubungkan Ruang Terbuka Hijau (RTH), pasar seni tradisional, dan Candi Borobudur.

Ketiga, pembangunan anjungan cerdas sebagai rest area dengan fasilitas terintegrasi, yakni parkir, toilet, restoran, souvenir, stan umkm. Rencananya anjungan akan dibuat di daerah Palbapang.

Keempat, pembangunan amphitheater sebagai tempat atraksi. Opsi ini masih didiskusikan dengan Pemerintah Kab. Magelang dan Perhutani perihal titik lokasinya.

Kelima, Pemprov Jateng juga mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk kolaborasi dengan Pemkab Magelang dalam mengembangan waduk. Kawasan Borobudur termasuk area krisis air saat musim kemarau, sehingga pembangunan waduk sangat penting.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis