Duh, 11 Nyawa di Jateng Melayang Setiap Harinya Akibat Kecelakaan

Wakapolda Jateng, Brigjen Pol. Ahmad Luthfi, mengecek kesiapan anggotanya pada acara Gelar Pasukan Operasi Patuh Candi 2019 di Mapolda Jateng, Kamis (29/8 - 2019). (Semarangpos.com/Humas Polda Jateng)
31 Agustus 2019 20:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Jawa Tengah (Jateng) selama setahun terakhir terbilang cukup tinggi. Bahkan, selama 2018 lalu jumlah korban yang meninggal dunia akibat lakalantas di Jateng mencapai 3.622 jiwa atau jika dirata-rata sekitar 11 orang per hari.

Fakta itu diungkapkan Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Jateng, Brigjen Pol. Ahmad Luthfi, saat membacakan pidato sambutan Kapolda Jateng, Irjen Pol. Rycko Amelza Dahniel, pada acara Gelar Pasukan Operasi Patuh Candi 2019 di lapangan Mapolda Jateng, Kota Semarang, Kamis (29/8/2019).

“Yang perlu menjadi perhatian kita terkait jumlah kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban meninggal dunia pada 2018, yakni sebanyak 3.622 orang. Dengan jumlah korban meninggal dunia per hari sebanyak 11 orang,” kata Wakapolda.

Wakapolda menambahkan Operasi Patuh Candi 2019 akan digelar selama 14 hari, mulai 29 Agustus-11 September. Operasi ini akan digelar secara serentak di Tanah Air, termasuk Jateng dengan tujuan menurunkan angka kecelakaan maupun pelanggaran lalu lintas.

Pada tahun lalu, Operasi Patuh Candi mampu menurunkan tingkat pelanggaran lalu lintas di Jateng. Jika pada 2017 ditemukan 141.539 kasus pelanggaran lalu lintas selama Operasi Patuh Candi, maka pada 2018 jumlahnya menurun sekitar 11% atau sekitar 125.650 kasus.

Kendati demikian, menurunnya jumlah pelanggaran itu berbanding terbalik dengan tingkat kecelakaan yang terjadi selama operasi. Selama Operasi Patuh Candi 2018, angka kecelakaan di Jateng justru mencapai 427 kasus atau naik sekitar 9% dibanding tahun 2017, yakni 392 kasus.

Dari kasus kecelakaan sebanyak itu, jumlah korban yang meninggal pada 2018 mencapai 36 orang atau naik sekitar 50% dibanding jumlah korban yang meninggal pada 2017, yakni 24 orang.

Sedangkan jumlah korban yang mengalami luka-luka akibat kecelakaan yang terjadi selama Operasi Patuh Candi 2018 mencapai 30 orang atau turun sekitar 21% dibanding periode yang sama pada 2017.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya