880 Tabung Elpiji di Jateng Tidak Tepat Sasaran

Manager Communication & CSR Pertamina MOR IV, Andar Titi Lestari, memberikan paparan di acara focus group discussion (FGD) yang digelar Forum Wartawan Ekonomi Semarang (Warek) dengan tema Mekanisme Penyaluran LPG 3 kg di Hotel Java Heritage, Purwokerto, Banyumas, Jateng, Jumat (30/8 - 2019). (Bisnis/Alif Nazzala Rizqi)
02 September 2019 06:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, PURWOKERTO — PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (Jateng-DIY) mengamankan 880 tabung liquid petroleum gas (LPG/elpiji) kemasan tabung kapasitas 3 kg. Jumlah tersebut didapatkan dari penyalahgunaan gas elpiji bersubsidi di restoran dan peternakan ayam.

Manager Communication & CSR Pertamina MOR IV Jateng-DIY, Andar Titi Lestari, mengatakan bahwa jika tidak dilakukan pengantian maka potensi penyalahgunaan mencapai 9.673 tabung gas elpiji 3 kg. Menyadari hal itu Pertamina pun memberikan kesempatan bagi setiap perusahaan tersebut dapat menukarkan tabung elpiji 3 kg dengan Bright Gas secara gratis.

"Masyarakat mampu dapat menggunakan LPG non subsidi yang saat ini telah tersedia di pasaran, yaitu Bright Gas dengan ukuran 5,5 kg dan 12 kg," kata Andar dalam kegiatan focus group discussion (FGD) yang digelar oleh Forum Wartawan Ekonomi Semarang (Warek) dengan tema “Mekanisme Penyaluran LPG 3 Kg” di Hotel Java Heritage, Purwokerto Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (30/8/2019).

Untuk itu, pihaknya mengajak semua stakeholder untuk ikut mengawasi penyaluran LPG bersubsidi tersebut, mengingat sesuai Peraturan Menteri ESDM No. 26/2009 tentang penyaluran dan pendistribusian elpiji, bahwa fungsi pengawasan Pertamina sebagai badan usaha yang ditunjuk untuk menyalurkan elpiji bersubsidi adalah mulai dari SPPBE, agen hingga pangkalan. Artinya titik point terakhir pendistribusian adalah di pangkalan tidak sampai di pengecer.

"Kami akan terus berkoordinasi dan bersinergi kepada seluruh stakeholder seperti Disperindag dan rekan-rekan media untuk menyalurkan LPG 3 kg ini agar tepat sasaran. Tentunya kami juga memohon bantuan kepada para stakeholder untuk bersama-sama mengawasi penyaluran LPG 3 kg tersebut sesuai Undang-undang yang berlaku," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng, Mochamad Santoso turut mengajak semua stakeholder ikut aktif mengawasi penyaluran LPG bersubsidi tersebut dan malaporkan apabila terjadi kelangkaan maupun penjualan di atas harga eceran tertinggi yakni Rp15.500/tabung.

"Mari bersama mengawasi LPG bersubsidi ini agar bisa sampai di masyarakat yang memang berhak dan laporkan jika ada pangkalan yang menjual LPG 3 kg tidak sesuai harga yang sudah ditetapkan Pemerintah," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis