4 Polisi Ngamuk di Bandungan Ternyata Anggota Ditresnarkoba Polda Jateng

Direktur Reserse Narkotika Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Wachyono. (Antara/I.C. Senjaya)
07 September 2019 08:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Direktur Reserse Narkotika Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Wachyono mengakui adanya empat anggotanya yang pergi ke sebuah tempat hiburan karaoke di kawasan wisata Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah lalu mengamuk di tempat hiburan itu. Keempat polisi itu dinyatakan meninggalkan tugas saat jam dinas.

"Mereka piket, pergi meninggalkan piket ke tempat hiburan, bikin gaduh," papar Wachyono di Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019).

Menurut dia, keempat anggotanya itu sudah diserahkan ke Paminal Bidang Propam Polda Jawa Tengah untuk diproses. Ia mengaku mendukung tindakan tegas Propam terhadap keempat anak buahnya itu. Bahkan ia mengancam jika terbukti bersalah maka keempat polisi tersebut akan dipindah dari Direktorat Reserse Narkotika.

Sebelumnya diberitakan, empat polisi mengamuk di tempat hiburan karaoke Excellent di kawasan wisata Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (5/9/2019) dini hari. Tatkala ditagih uang jasa tempat hiburan itu sekitar Rp1,9 juta, mereka mengamuk, sempat memborgol tanpa alasan pegawai tempat hiburan, bahkan menodongkan pistol ke manajer.

Pengelola tempat karaoke, Pristyono, membenarkan peristiwa yang sempat menyebabkan keempat oknum polisi tersebut enggan membayar tagihan yang diberikan itu. Ia menjelaskan, kejadian itu bermula ketika empat polisi tersebut datang dan memesan salah satu ruang karaoke di tempat tersebut. "Setelah bernyanyi tiga jam, keempatnya menuju kasir untuk menyelesaikan pembayaran," katanya.

Namun, keempat polisi tersebut emosi karena harus membayar sekitar Rp1,9 juta. Karena menganggap tagihan itu tidak wajar, keempatnya hanya bersedia membayar Rp1,7 juta. "Padahal tarif itu sudah termasuk pajak 15% sesuai ketentuan," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara